Sabtu, 26 Februari 2022

Bodoh

Bodoh...

Kata ini mudah terucap 

Saat bocah - bocah sedang asyik bermain

Orang dewasa pun berucap sama

Saat melihat kesalahan yang terjadi

**

Bodoh...

Kata ini tak lagi menjadi aib

Penuturnya pun tak merasa khawatir

Dampak dan akibat yang akan terjadi

Atas perkataannya itu

**

Bodoh... 

Pergi dan jangan pernah kembali

Terbanglah bersama angin lalu

Engkau akan tergantikan dengan kalimat toyyibah

Menghiasi hati para penuturmu

***





Jumat, 25 Februari 2022

Kandas

Pengorbanan tiga tahun silam

Di pinggiran Kota Batik Solo

Merajut asa bersama para cendekia

Kandas di ujung pena Abdika

**

Jejak kebenaran ditempuh 

Dengan prosedur dan diplomasi 

Jawaban terbaik kala itu sampai sekarang 

Menunggu... 

**

Kesyukuran terindah dalam hidup

Jawaban itu berkelana hingga detik ini

Tiga masa terlewatkan

Kebenaran pun tak kunjung menghampiri

**

Bayang - bayang ilusi menyeruak

Hadir dalam kacamata orang awam 

Memandang dari sudut temaram

Ini kehilafan atau kesengajaan

**

Sulit mengungkap tabir

Walau berulang kali konfirmasi

Bingung jadi bingung

Kemana lagi harus berpijak

***

 







Kamis, 24 Februari 2022

Akhir Sebuah Kontrak Hidup

Dunia ini adalah panggung sandiwara, pelakonnya datang dan pergi silih berganti. Hari ini ada,  besok atau lusa sudah pergi meninggalkan kita tanpa ijin. Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Pagi tanggal 24 Februari 2022 kemarin berita mengejutkan datang dari teman seperjuangan kami dalam dunia pendidikan. Beliau telah dipanggil menghadap oleh Allah SWT.  Dalam kepergiannya  menyisakan duka yang mendalam bagi suami, anak dan sanak keluarga. Almarhumah merupakan sosok yang ramah, peduli terhadap sesama,  dan terbilang aktif dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru PJOK Kabupaten Enrekang.  
Allah maha berkehendak, Dia yang berhak menentukan hidup dan matinya seorang hamba. Kematian datang secara tiba - tiba tidak mengenal tua atau muda, kaya miskin, siap atau tidak jika roh sudah waktunya menghadap sama Robbnya maka dia akan kembali dengan tenang. Karena dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara menuju ke tempat yang kekal dan abadi yaitu akhirat. 
Selamat jalan pahlawan pendidikan, jasa dan pengabdianmu akan senantiasa dikenang oleh murid, teman, dan kerabatmu. Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda..Amin YRA. 


Rabu, 23 Februari 2022

Nikmat yang Hilang

Hampa hidup terasa

Pikiran melayang entah kemana

Meninggalkan raga terkulai lemas

Di atas sofa pesakitan

**

Merintih, meringis... 

Rasa itu  yang terus mendera

Pita suara mulai kendor 

Kata perkata terasa berat terucap

**

Indera penciuman bermasalah

Napas tersengal 

Risau, Netraku tak mau terpejam

Badan mencari posisi tidur yang nyaman

**

Lelah.. 

Kini duduk sambil merenung

Merasakan nikmat yang hilang

Memahami Surah Ar - rahman ayat 13

Nikmat yang mana lagi kau dustakan

**

Kulangitkan doa kepada Sang Pencipta

Di sepertiga malam

Memohon diberikan jalan terbaik

Atas ketetapan yang digariskan kepada kami

***






Selasa, 22 Februari 2022

Nelangsa

Setiap mendengar kata itu

Mengapa hati ini selalu kecewa

Seakan tak terima keadaan 

Malu pada diri sendiri

**

Hati selalu bertanya 

Apakah ada yang salah

Sementara proses sudah dijalani 

Rasanya ingin kembali 

**






Senin, 21 Februari 2022

Menjadj Bagian dari Penulis Hebat Indonesia

Menjadi pemenang dalam sebuah perlombaan bagi saya adalah bonus dari Sang Khaliq yang selalu memberikan ide ketika hendak menulis serta upaya dan kerja keras yang selama ini telah dilakukan . Bukan merupakan kebanggan. Takut kalau jatuhnya ria atau sombong. Justru ini menjadi tanggung jawab besar untuk selalu konsisten dalam menekuni dunia kepenulisan, dan menghasilkan karya yang dapat memberi manfaat bagi orang lain. 

Alhamdulillah nama penulis masuk dalam daftar pemenang diurutan 65 lomba menulis buku periode Februari 2022 yang diadakan oleh Media Guru. Bulan ini mengangkat tema "Nyok,  Kita Jaga Bahasa Emak Kita!  Tema ini sengaja dipilih oleh Media Guru dalam rangka memeriahkan hari Bahasa Ibu Internasional yang dipeingati setiap tanggal 21 Februari. Penulis sendiri memilih judul "Mengapa harus cinta bahasa emak? " kategori opini untuk mengajak para generasi milineal dalam melestarikan bahasa ibu dengan memanfaatkan teknologi. 

Sebenarnya sudah ketiga kalinya penulis mengikutsertakan tulisannya dalam lomba yang diadakan oleh Media Guru.  Dalam tulisan saya di bulan Desember gagal terkirim karena ada syarat yang terpenuhi.  Untuk kedua kalinya di bulan Januari 2022 berhasil masuk dalam nominasi, tetapi belum terpilih menjadi pemenang. Di bulan ketiga Februari 2022 keikutsertaan penulis dalam memberikan warna di dunia kepenulisan masuk nominasi  dan menjadi pemenang, bersanding dengan karya penulis hebat di Indonesia. Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak CEO yang sudah memberikan ruang untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Juga kepada seluruh tim media guru tanpa terkecuali atas kinerjanya dalam menilai tulisan peserta lomba. 

Minggu, 20 Februari 2022

Janji Suci

Gegap gempita suara menggema

Alunan musik irama mendayu

Bangkitkan jiwa yang menggelora

Mengarungi indahnya samudera cinta

**

Ikatan sakral nan suci

Terucap dalam janji dan sighat taklik

Menyatukan dua insan yang berbeda kasta

Dalam mahligai perkawinan

**





Jumat, 18 Februari 2022

Negeri Diktator

Andai saja waktu dapat berbicara

Kuingin berbagi cerita 

Menumpahkan rasa 

Meluapkan emosi jiwa

**

Hidup di negeri diktator terlunta - lunta 

Jauh dari ilmu dan kesempatan berbagi

Ruang gerak terbatas

Dalam berkarir dan berkarya

**

Kolusi dan nepotisme mendominasi

Pada lingkaran politik dan dinasti

Nyata dan  sering mengakhiri

Jabatan dan profesi 

**




Sabtu, 12 Februari 2022

Kata Maaf

Jagad maya heboh

Dengan kata maaf

Para pelakon aksara gundah

Tak banyak bisa dilakukan

**

Hati mulai pesimis

Jemari menari di atas keyboard

Netra pun tak bergeming ni

Raga terasa berat beranjak

**

Mencoba bertahan

Menanti sampai batas waktu

Menahan kantuk yang mendera 

Sesekali hilang kesadaran karena tertidur 

**

Sejak senja hingga mentari bersinar lagi

Kata maaf  enggan berlalu

Pasrah dengan keadaan 

Mensyukuri ketetapan  Allah SWT 

**

Alhamdulillah.. 

Kata itu yang pantas aku ucapkan

Bentuk kesyukuran atas kehendaknya

Menerima kenyataan karena terjatuh 






Jumat, 11 Februari 2022

Impian Pagi (Puisi 29)

Sambut pagi dengan senyum 

Melangkah diantara sinar mentari 

Menembus hutan belantara 

Demi mengais sesuap nasi

**

Angin berhembus sepoi - sepoi

Menerpa dedaunan dan ranting kering

Menggilas wajah yang penuh kerutan

Gambaran hidup di usia senja

**

Hari - hari dilalui dengan tegar

Tanpa menghiraukan aral  melintang

Tetap sabar dan semangat

Mengarungi kerasnya kehidupan

**

Perjuangan belum berakhir 

Impian membentang luas di mayapada

Menanti tangan - tangan menjamahnya

Bijak dan tetap menjaga keberadaannya

***









.

Rabu, 09 Februari 2022

Popularitas Dalam Jabatan

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pribahasa ini tepat disandarkan pada kondisi sekarang.  Sejak era reformasi tahun 1999 bergulir hingga saat ini legalitas pemberlakuan otonomi daerah semakin gencar dilakukan. Kewenangan suatu daerah untuk mengatur kepentingan  masyarakatnya dan membuat aturan guna mengurus daerahnya sendiri, terkadang kebablasan dalam memahami disentralisasi. Sehingga Peraturan Pemerintah pun sering tergilas oleh kewenangan daerah. 

Popularitas dalam jabatan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang.  Di beberapa daerah  orang akan merasa tersanjung dan terhormat jika dipanggil dengan jabatannya ketimbang nama beserta gelarnya. Sehingga orang  akan berusaha mengejar jabatan tersebut dengan menempuh berbagai cara. 

Kompetensi dan professionalisme bukan menjadi syarat utama dalam menduduki sebuah jabatan di instansi Pemerintah. Walaupun tidak semuanya demikian, tetapi mayoritas jabatan ditunggangi oleh kekuasaan politik. Menurut beberapa orang yang penulis wawancarai, bagaimana pun pintarnya seseorang dan berkompetennya tidak akan bisa menduduki jabatan tertentu jika tidak memiliki orang besar. Termasuk jabatan Kepala Sekolah. 

Penulis bisa berkata demikian, karena cerita pengalaman dari sebagian teman yang pernah merasakan dampaknya. Masih tergiang dalam ingatan penulis jabatan paling pendek pernah dialami Puluhan Kepala Sekolah yakni 3 bulan. bahkan ada yang sudah kembali menjadi guru biasa. 

Selasa, 08 Februari 2022

Perjuangan

Wajahmu tak secantik dulu

Ceria, kulit kencang dan berisi 

Ramah, mudah melempar senyuman

Pada semua orang yang menyapa

**

Setahun yang lalu 

Saat berjumpa dengan keluarga 

Parasmu masih segar 

Berdampingan suami dan buah hatimu

**

Kaget, sedih dan miris 

Ketika ibumu mengabarkan 

Dan mengirim foto hari ini

Nyaris tak percaya

**

Ragamu tidak berdaya dan lemas

Kulit tinggal tulang

Matamu menggambarkan kelelahan 

Menahan sakit yang berkepanjangan

**

Semoga ujian ini dapat kau lalui

Dengan ikhlas dan sabar 

Allah SWT jadikan sakitmu pelebur dosa

Mengangkat dan menyembuhkannya

***




 

Selasa, 01 Februari 2022

Embun pagi membasahi dedaunan

Awan tebal menyelimuti pepohonan

Kicauan burung bersahutan

Menentramkan jiwa yang berkelana

//

Kuayun langkah mengawali aktivitas pagi

Melewati jalan setapak dan semak belukar

Menaklukkan rintangan menuju puncak

Dengan sebuah tongkat sebagai penopang 

//

Menemani perjalananku 

Saat lelah dan letih

Berbekal kendi dan dua potong roti 

Pengganjal perut dan pelepas dahaga

//

Kini dengan napas yang tersisa

Kulanjutkan perjalanan

Walau langkah dan napas tersengal

Hingga akhir garis finish

//






Pemikiran Islam

Melepas penat dengan menuntut ilmu dari dosen Muda hari ini. Dalam bincang - bincang bersama rekan kuliah sebelum perkuliahan dimulai, Bu Ro...