Jumat, 28 Januari 2022

Karakter ataukah kebiasaan???

Melihat sekilas wajahnya pasti persepsi orang  sangar, pemarah, disiplin. Menurut informasi dari temannya, wataknya keras dan suka menekan bawahannya. Diawal kepemimpinannya ternyata agak bertolak belakang dari informasi yang kami peroleh. Beliau ramah, supel laoyalitasnya tinggi terhadap anak buah. Setahun berjalan memimpin instansi mulai muncul sifat dan karakter yang mungkin menurutnya biasa saja tetapi bagi anak buahnya itu sudah watak dan sifat buruk. Karena perbuatan dan tingkah lakunya berulang kali terjadi. Terkesan sepele namun bukan mencerminkan sifat yang semestinya dimiliki oleh seorang pemimpin. Wajar jika banyak yang mengeluh namun tak ada seorangpun yang berani memberikan masukan apalagi kritikan. Mereka hanya bisa mengeluh dan curhat kepada rekan kerja.  

Hampir setiap hari berada di ruang kerja anak buahnya, ada dua kemungkinan tujuannya: mengontrol kinerja bawahan dan melayani setiap kebutuhan yang diperlukan dalam melengkapi administrasi. Keduanya akan sangat membantu bawahan jika maksudnya menyelesaikan tugas dengan baik. Pada kenyataannya tidak demikian, aktivitasnya ketika datang masuk ke ruang kerja menyimpan tas,  lalu beranjak ke ruang kerja bawahan memulai obrolan yang topiknya mayoritas tidak ada kaitannya dengan masalah pekerjaan.  Semua permasalahan orang lain diungkap tanpa mempedulikan tupoksinya. Ada banyak tugas yang harus beliau selesaikan terutama administrasi dan manajemen kepemimpinan dalam hal ini pelaksanaan program dan evaluasi. Ketika ada pemeriksaan dari atasannya seringkali menjawab pertanyaan tanpa didasari fakta. Karena semua tugasnya dilimpahkan ke anak buahnya. 

Gaptek tidak menjadi persoalan, maaih bisa dibantu oleh bawahan. namun semua konsep seharusnya beliau yang buat dan atas pemikirannya.  Daripada setiap hari hanya mengobrol tidak jelas arah dan tujuannya. Sama sekali tidak memberikan  manfaat terhadap perkembangan dan kemajuan instansi yang dipimpin. Tetapi ada kelebihannya jika ada kaitannya dengan masalah keuangan dan laporan pertanggungjawaban cepat merespon. Secara lisan selalu open minded, namun tidak pernah memaparkan laporan pertanggungjawaban bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan lainnya kepada rekan kerja. Wajar jika masyarakat dan komite melemparkan kritikan. Seharusnya tidak perlu tersinggung dan merasa sakit hati jika ada suara sumbang yang dilontarkan dari luar lingkungan kerja. Karena sudah menjadi resiko dan komitmen dari sebuah kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

Kamis, 27 Januari 2022

Wajah Palsu

Kedatangannya terkesan terpuji

Tutur kata yang sopan. 

Menyapa dengan lembut

Bertindak dengan hati - hati

//

Satu pekan berlalu

Tabiat muncul tanpa terkendali

Berani menyela tanpa berpikir

Entah ucapan itu benar atau salah

//

Hari - harinya penuh dengan cerita 

Kadang senang kadang sedih

Larut dalam alur cerita

Hingga lupa masa dan pengabdian

//

Angkuh, egois, dan suka berpaling muka

Kala bertitah dengan audiens

Mengungkap misteri 

Menyusuri ruang pribadi bani adam

//

Tabiat ataukah kebiasaan 

Rupa beraut  musang

dibalik topeng kepalsuan

Tersirat individu yang pilon














Rabu, 26 Januari 2022

Terpasung

Paras wajahnya lusuh

Rambut gimbal acak - acakan

Tubuhmya kurus tak terurus

Kotor dan berbau

//

Sorot matanya tajam

Tatapan kosong tanpa makna

Tak bergeming walau dihalau sinar

Tetap fokus satu arah

 //

Mulutnya mengeluarkan kata tiada henti

Sampai menutup mata saat tidur

Kadang begadang hingga pagi

Namun tak nampak wajah mengantuk

//

Aktivitasnya terbatas

Tak mampu bergerak kesana kemari

Kakinya terpasung bertahun - tahun

Tanpa belas kasih dari sanak saudara 

//

Perlakuan keluarga tidak manusiawi

Demi terhindar dari rasa malu

Rela menyiksa fisik dan bathin

Membelenggu hak hidup manusia

 ///




Selasa, 25 Januari 2022

Alamku

Hamparan hijau nan indah

Menghias lereng bukit terjal

Pesona alam memanjakan mata

Membuat hati berdecak kagum

//

Sepanjang jalan menuruni lembah

Gundukan tanah dipenuhi tumbuhan hijau 

Mungil, subur, dan tertata rapi

Laksana rumput teki di tengah sabana

//

Alam hadir sebagai pelengkap rasa

Penyambung hidup bagi yang bernyawa

Pelipur  bagi yang lara

Pengobat rindu yang ampuh

//

Baskara perlahan mulai berjalan

Memutar masa di jagad raya

Saatnya mulai berbenah

Menggapai hidup penuh berkah





Ibu

Mengapa.. 

Kata dan ucapan ibumu kau bantah

Perintah dan nasehat ibumu kau abaikan

Tidakkah kau sadari

Pengorbanannya selama ini

//

Mengapa... 

Keinginan ibumu kau ingkari

Ketulusan hatinya kau khianati 

Pintanya hanya shalat,  baca qur'an, jujur

Tak mampu kau tunaikan

//

Mengapa... 

Tingkahmu selalu membuat dia marah

Perbuatanmu selalu membuatnya sedih

Kadang kala membuat air matanya tumpah

Hanya karena ego dan keangkuhanmu

//

Wahai Anakku... 

Berikan sedikit kasih sayangmu

Tunaikan perintah Tuhan-Mu 

Dan juga perintah ibumu

Balas kebaikannya dengan tulus ikhlas

//

Kelak ketika kau dewasa

Engkau akan merasakan 

Betapa besar jasa dan pengorbananya

Walau engkau tebus dengan harta dan nyawa

Tidak akan mampu membalas kebaikannya 

///




Penantian

Saat mendengar  namamu

Semua orang menganggap biasa saja

Tapi bagiku engkau istimewa

Memiliki kedudukan tersendiri 

//

Layaknya permata

Dirimu syarat dengan makna

Kilauan cahaya terpancar dengan indah

Setelah mengenalmu ternyata dugaan benar

//

Engkau menyimpan sejuta harapan

Impian bagi orang cerdas

Yang haus akan pengetahuan

Dan juga ingin memberikan manfaat

//

Lama kutunggu kehadiranmu

Awal janji kala baskara berada di ufuk

Namun tak tampak jua batang hidungnya 

Hati semakin berdebar

//

Ada rasa yang membuat sukma galau

Debaran jantung makin kencang

Menjelang bersua

Walau lewat media online

//

Sudah sepekan kupersiapkan diri

Sejak dirimu menebar benih cinta

Siang dan malam tak bisa tidur

lahir dan bathin menguras pikiran

//

Kucoba menahan napas

Setelah sekian lama menanti 

Akhirnya dirimu hadir dihadapanku

Dengan wajah sumringah menyambutku

//

Satu jam tiga puluh menit kita bersama

Bahagia dan lelah bercampur jadi satu

Banyak kenangan engkau berikan

Namun kita harus berpisah

Semoga bisa berjumpa dilain waktu

///





Minggu, 23 Januari 2022

Kecewa (Puisi)

Masa telah usai

Kabar  dari negeri seberang tiba

Hati kecil bertanya

Adakah pesan untuk tuan

//

Pena hitam melukis kata

Mengurai banyak nama

Netra membidik target

Tuan luput dari layar

//

Lama menanti harapan

Gelisah dan ragu mengiringi  

Mengoyak memusnahkan asa

Terkubur dalam aksara

//

Sukma melayang ke angkasa

Melepas penat membuang rasa

Menghibur,  mengobati luka 

Menghapus banyangan impian

///







Bangkit dari Kecewa

Usaha yang dilakukan dengan maksimal terkadang tidak berbuah manis. Namun harus punya keyakinan dan tekad kuat untuk mengasah kembali agar dapat terwujud. Allah SWT Maha tahu, Dia yang mengatur segalanya. Mungkin punya rencana memberikan surprise di usaha yang lain.  Berprasangka baik pada Allah SWT menjadi sangatlah penting ditanamkan dalam sanubari setiap hamba. Rezeki seseorang kadang tidak disadari datang dari arah yang tidak terduga. Instropeksi diri dan mengevaluasi kembali kegiatan yang telah dilakukan menjadi cara yang tepat untuk mewujudkan harapan yang tertunda. 

Belajar dari kegagalan lomba menulis  bulan ini mengingatkan diri untuk tidak tergesa - gesa dalam mengirimkan tulisan, menganalisis kesesuaian kriteria yang diharapkan oleh panitia, dan banyak membaca untuk menambah referensi terkait dengan penggunaan kata baku dalam sebuah tulisan. Kuakui kemampuanku dalam menyusun kalimat belum begitu runtut, masih perlu  belajar dan bimbingan dari orang - orang hebat yang sudah menghasilkan banyak karya dan tergabung dalam group elite 365 gurusiana. 

Perasaan kecewa ketika mengalami kegagalan sudah pasti ada. Akan tetapi sikap optimis, kerja keras, dan semangat  untuk  menggapai impian harus terpatri dalam sanubari. Cepat bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan  menjadi langkah terbaik untuk membangun rasa percaya diri. 


Pemikiran Islam

Melepas penat dengan menuntut ilmu dari dosen Muda hari ini. Dalam bincang - bincang bersama rekan kuliah sebelum perkuliahan dimulai, Bu Ro...