Sabtu, 12 Maret 2022

Tugas tak Terduga

Setelah melaksanakan shalat subuh di Mushallah dekat rumah, kusempatkan sejenak bersantai di kamar sembari membaca pesan yang sudah menumpuk di whatsapp group sejak tadi malam. Satu persatu pesan saya buka,  tiba - tiba ada panggilan masuk. Muncul sebuah nama yang tak asing lagi. Perlahan simbol telepon warna hijau kugeser ke atas,  terdengar suara seorang perempuan  mengucapkan salam dan menyampaikan maksud dan tujuannya menelpon.  Hari ini saya diundang untuk menghadiri acara walimatul aqiqah cucu ketiganya pada pukul 10.00 Wita. Sebenarnya undangan ini bertepatan dengan kegiatan seminar saya di sagusabu KPPBR. Ada keinginan untuk menolak, tetapi karena dihubungi langsung jadi terpaksa harus dihadiri. 

Tepat pukul 09.15 Wita saya mulai berangkat dari rumah,  butuh 15 menit waktu perjalanan dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai ke tempat acara. Karena masih ada waktu 30 menit, sepeda motor saya arahkan ke masjid untuk membaca Alqur'an. Pukul 09.50 Wita menjelang acara berlangsung saya sudah berada di lokasi ditemani Ibu Kepala Sekolah. Kaget ketika baru datang ibu langsung mempersilahkan saya membuka acara. Niatnya dari rumah menghadiri undangan, ternyata didaulat menjadi pembawa acara. Perasaan canggung dan jantung berdebar membuat  saya harus menenangkan diri serta menarik napas yang panjang, untuk menghilangkan perasaan itu.  

Satu jam tak terasa akhirnya sampai dipenghujung acara. Tausiyah yang disampaikan oleh ustadzah Suharnaeni,  S. Ag dilanjutkan dengan doa berakahir dengan manis. Doa kafaratul majelis pun saya tutup sebagai tanda seluruh rangkaian acara telah usai. 

Tidak ada komentar:

Pemikiran Islam

Melepas penat dengan menuntut ilmu dari dosen Muda hari ini. Dalam bincang - bincang bersama rekan kuliah sebelum perkuliahan dimulai, Bu Ro...