Hampir sepekan rekan kerja kami bu Ina dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Masserempulu. Ia ditempatkan di ruang isolasi karena hasil swab positif. Gejala awal yang dirasakan batuk, demam, dan muntah - muntah. Tiga hari pasca berobat di dokter praktek, namun tidak ada perubahan. Atas anjuran pimpinan tempat bu Ina bekerja, akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat. Setelah di scraning dokter menyarankan untuk di rapid. Beberapa jam menunggu hasil rapid pun keluar dan dinyatakan reaktif. Bu Ina langsung dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan penanganan yang intensif.
Putra ketiga bu Ina yang masih duduk di kelas 1 SD dititipkan di rumah neneknya. Senin pagi tanggal 7 Maret 2022 pukul 06.30 wita handphone saya berdering, kuambil gawai itu terlihat nama Bu Ina sedang memanggil. Tanpa berpikir panjang saya langsung mengangkat dan terdengar dari jauh suara bu Ina lemas. Dengan sekuat te aga ia mengabarkan kalau dirinya sakit dan minta tolong agar anaknya diantar ke sekolah. Karena arah dan tujuannya sama saya langsung menjawab Insya Allah.
Pukul 07.00 wita saya sudah di depan rumah mamanya bu Ina, nampak Alim Syakir menunggu sejak tadi. Kami pun berdua berangkat. Sepanjang perjalanan saya menanyakan keadaan mamanya. Perkiraan saya bu Ina di rumahnya, ternyata dirawat sejak hari Sabtu kemarin. Kebetulan pada saat berbicara lewat telepon bu Ina tidak menginformasikan keberadaannya.
Tidak seperti biasanya, wajah Alim Syakir tampak murung, nanti ditanya baru men jawab. Saya bertanya"Apakah ananda sedang sakit? ia menjawab tidak padahal badannya juga agak panas. Mungkin karena selama ini tidak pernah berpisah mamanya. Jadinya wajah tampak murung. Saya berusaha menghibur agar hatinya kuat menerima keadaan dan selalu mendoakan agar mamanya lekas sembuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar