Andi berteriak Nina....a..a...a
Ada apa mas Andi? tanya Nina. Wajah Andi memerah dan matanya melotot, memandangi Nina. Dengan suara keras Andi memerintah, Duduk! Kenapa menghubungi laki - laki lain tanpa sepengetahuan aku. Ujar Andi. Nina kaget, air mata tak terasa jatuh dari sudut netranya. Mungkin selama ini ia tidak pernah mendegarkan suara keras, sehingga gampang sedih. Dengan wajah tertunduk, sambil perlahan menarik napas panjang. Nina menenangkan hatinya dengan berulang kali mengucapkan istigfar, kemudian berusaha bangkit dari kesedihannya.
Setelah suasana tenang, Ia menatap suaminya dan menjelaskan sms yang dibaca Andi. Tadi waktu cek up di rumah sakit, tidak sengaja ketemu dengan laki - laki yang berprofesi sebagai guru ngaji di kampung. Orang tersebut hendak menjenguk isteri temannya yang sedang dirawat di rumah sakit yang sama. Nina melanjutkan penjelasannya karena saya kenal, makanya kuajaklah ngobrol. Tapi di mata Andi Nina tetap salah. Meskipun demikian tidak pantas seorang isteri menanyakan kabar orang lain. Apalagi bukan muhrimnya. Kamu memang egois. Ini sudah kesekian kalinya melakukan kesalahan. Sementara urusan mas Andi selalu dikontrol, bahkan handphone pun diperiksa.
Untuk menghilangkan kejengkelannya Andi bergegas pergi mencari kesibukan lain agar emosinya tidak terbakar.
Diambilnya sepeda motor kemudian tancap gas sekencang kencangnya, berlalu dari hadapan Nina. Lima menit kemudian sampailah di tempat tujuan, Andi mencari tempat parkir, ditinggalkannya motor tersebut, lalu duduk di balai - balai tak jauh dari tempat parkiran. Ia mulai merebahkan tubuhnya, sejenak berpikir dan berusaha melupakan permasalahan yang dihadapi.
Tak lama berselang Andi membuka aplikasi whatsapp di hand phonenya. Terlihat pesan Nina yang meminta maaf. Hari ini saya akan menjalani vaksin bersama bapak di Rumah Sakit, kalaulah dengan jalan ini Allah mengambil hidupku, saya pasrah yang penting mas Andi Ridho, "kata Nina dalam pesan singkatnya. Lama setelah melakukan pertimbangan, baru SMS tersebut dibalas Andi.
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar