Pagi ini suasana sangat cerah, sebelum berangkat kerja Nina sempat ngobrol sama Andi. Topiknya sangat menarik, seputar keluarga bapaknya yang rencana hari minggu besok anaknya akan dilamar oleh anak mantan kepala sekolah tempat om Fadli bekerja. Om Fadli adalah pensiunan tenaga kependidikan salah satu SMA Negeri di Kota Makassar. Ia memiliki empat orang anak, salah satu putra om Fadli memiliki kelainan jiwa. Menurut cerita keluarganya waktu kecil Roy sapaan akrabnya memiliki kebiasaan yang tidak lazim. Teman seprmainannya sering memergoki Roy mencabut rambut lalu memakannya. Sejak usia Sekolah Dasar Roy tinggal bersama Kakeknya Mantan Kepala Sekolah dan Anggota Dewan. Kakek suka membawa Roy ke tempat kerja dan sangat menyanyangi bahkan selalu memanjakan layaknya anak kandung. Semenjak kakeknya meninggal hidupnya berubah drastis. Dulunya terbiasa dimanja dan dipenuhi semua kebutuhannya. Kini sejak kepergian kakeknya hidupnya tidak terurus. Malah Roy memaksakan kehendak kepada kedua orang tuanya. Setiap permintaannya harus dituruti, kalau tidak dia akan mengamuk. Itulah sebabnya om Fadli sampai sekarang belum memiliki rumah. Ia bersama anak istrinya tinggal di perumahan sekolah tempatnya bekerja. Meskipun sudah lama pensiun dan sering di suruh untuk pindah sama puhak sekolah, namun selalu mengindahkan. Isterinya sering mengingatkan kepada suaminya supaya pindah, lantaran sudah malu sama kepala sekolah, guru, dan tetangganya. Tetapi namanya Om Fadli yang merasa keluarga besarnya punya power, apapun diberitahukan cuek dan seakan tidak memiliki beban.
Sabtu, 20 November 2021
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pemikiran Islam
Melepas penat dengan menuntut ilmu dari dosen Muda hari ini. Dalam bincang - bincang bersama rekan kuliah sebelum perkuliahan dimulai, Bu Ro...
-
Jagad maya heboh Dengan kata maaf Para pelakon aksara gundah Tak banyak bisa dilakukan ** Hati mulai pesimis Jemari menari di atas keyboard ...
-
Usaha yang dilakukan dengan maksimal terkadang tidak berbuah manis. Namun harus punya keyakinan dan tekad kuat untuk mengasah kembali agar d...
-
Embun pagi membasahi dedaunan Awan tebal menyelimuti pepohonan Kicauan burung bersahutan Menentramkan jiwa yang berkelana // Kuayun langkah ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar